Makna Memakai Jilbab Bagi Seorang Hijaber

Hijab di era dahulu lebih dikenal dengan kata satr yang mengartikan bahwa perempuan yang berada dibalik tirai atau menutup auratnya. Hal tersebut juga dapat diartikan sebagai wanita hanya dirumah dan tidak boleh keluar dan melakukan kegiatan apapun. Banyak suku dan peradaban seperti tradisi di India dan Iran kuno yang menerapkan akan hal tersebut. Baru setelah islam masuk pemahaman yang luar biasa tentang hijab. Wanita diperbolehkan keluar rumah asalkan menutup auratnya dengan hijab atau kerudung.

Hijab dalam Al-Qur’an Makna hijab terdapat dalam surah An-Nur yang menyatakan : “Katakan kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan. Dan katakan kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya” (QS 33: 59). Atau surah Al-Ahzab yang menyatakan : “Wahai Nabi! Katakan kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta perempuan-perempuan yang beriman agar mereka mengulurkan jilbab mereka. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih” (QS 33: 59).

Apakah setiap perempuan hanya harus di balik tirai, tidak keluar rumah, bahkan tidak boleh tampil di masyarakat? Dan apakah perempuan dan laki-laki boleh bersentuhan dan sebagainya? Hijab dalam Islam dimaksudkan untuk membatasi antara perempuan dan laki-laki serta melindungi dari perzinaan. Hijab dimaknai pula untuk menjaga keharmonisan keluarga terutama suaminya. Dalam Islam, dibatasi segala jenis kenikmatan seksual hanya pada keluarga, lebih tepatnya dalam ikatan pernikahan. Ini jelas berbeda dengan dunia Barat dengan gaya hidup seks bebasnya.

Adapun fungsi dari berhijab adalah sebagai berikut;

  1. Hijab Menenangkan Jiwa Hijab dapat menghindarkan seseorang dari pergaulan bebas. Sebagian orang yang telah kaya raya berhasrat untuk menimbun lebih banyak kekayaannya lagi dan lagi. Hal ini sama seperti dengan hasrat seksual seseorang yang tidak ada habisnya. Islam mewajibkan agar perempuan menutup auratnya untuk melindungi dirinya. Perempuan dan laki-laki tidak boleh saling melirik mata dan memandang dengan penuh nafsu birahi. Pengendalian hasrat berlebih dan nafsu birahi ini dapat menenangkan jiwa manusia.
  2. Hijab Sebagai Harmonisasi Keluarga Hijab dapat menjaga keharmonisan keluarga. Maksudnya adalah untuk mempertahankan hasrat seksual suami hanya untuk istrinya semata. Berbeda dengan pergaulan bebas yang menganggap bahwa pasangannya hanyalah pesaing dan sebagai pemuas seks belaka.
  3. Hijab Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Kita seringkali mendengar bahwa perempuan yang memakai hijab menganggu stabilitas baik itu bidang ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Padahal penggunaan hijab untuk membatasi perempuan dan laki-laki dalam pemenuhan hasrat seksualnya dalam lingkungan kerja. Islam tidak melarang perempuan untuk tampil di masyarakat apalagi dalam dunia politik dan bisnis. Islam tidak mengiginkan perempuan hanya diam mengurusi anak-anaknya dan tidak berguna di masyarakat.
  4. Hijab Memuliakan Wibawa Wanita Dengan hijab, perempuan terlihat berwibawa. Hal ini dikarenakan dengan berhijab perempuan menutup auratnya dan mencegah pandangan serta hasrat seksual terhadap lawan jenisnya. Sama halnya seperti etika bertamu pada zaman Rasulullah. Rasulullah menganjurkan agar memberi salam sebanyak tiga kali dalam bertamu dan apabila tidak ada jawaban kita kembali. Dalam penerapan hijab, perempuan yang berada di dalam rumah adalah tidak ingin terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Perempuan dan laki-laki dihadapkan pada menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dari perzinaan.

Sumber: Kompasiana

Tag ,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *